Kamis, 19 September 2019

Contoh makalah sholat wajib dan sunnah

SHALAT WAJIB DAN SHALAT SUNNAH 
MAKALAH




 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
 “Fiqih Ibadah” Dosen Pengampu : 
Samsul Rifa’i M.Pd.I 
Disusun Oleh : Kelompok 04 
1. Nikmatur Rosida (12311193022)
2. Muhammad Rifqi Umar Rasyid (12311193033) 
3. Moh. Nuh Ulil Azmi (12311193020) 


 JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH 
FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) 
TULUNGAGUNG 
SEPTEMBER 2019

Kata Pengantar 
Assalamualaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kami diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
 Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas kelompok di semester awal mata kuliah Fikih fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah prodi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Tulungagung, dimana judul makalahnya adalah “SHALAT WAJIB DAN SHALAT SUNNAH” Dalam menyusun makalah ini, ternyata tidak mungkin terlaksana apabila tanpa semangat dari pihak- pihak yang sangat kami hormati.
 Oleh karena itu, pertama kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen yang telah membimbing kami. Kedua kami ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua kami atas doa dan dukungan moril maupun materil yang telah diberikannya. Akhirnya makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu, dan kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat . Amin. 
Wassalamualaikum Wr.Wb.
 Tulungagumg, 04 September 2019



 Kelompok 04



 Daftar Isi Halaman

Cover.................................................................................................................................i 
Kata Pengantar.................................................................................................................................ii
 Daftar Isi.........................................................................................................................................iii
 BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................1
 Latar Belakang.................................................................................................................................1
 Rumusan Masalah............................................................................................................................2 
Tujuan..............................................................................................................................................2 
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................3
Syarat, rukun, sunnah,dan hal-hal yang dapat membatalkan shalat………………………………2 
Shalat wajib dan shalat sunnah……………………………………………………………...…….2 
Hikmah disyariatkannya shalat……………………………………………………………………3 
BAB III PENUTUP........................................................................................................................5 
Kesimpulan .....................................................................................................................................5 
Saran................................................................................................................................................5 
Daftar Pustaka..................................................................................................................................5 

BAB I
 PENDAHULUAN 


 I.1.Latar Belakang
 Kata Shalat secara Etimologis, berarti do’a. Adapun shalat secara terminologis, adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu., dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Pengertian Shalat ini mencakup segala bentuk salat yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
 Digunakan kata shalat untuk ibadah ini, tidak jauh berbeda dengan pengertian etimologisnya. Sebab, di dalam shalat terkandung do’a-do’a berupa permohonan, minta ampun, dan sebagainya. Dalam Islam, Shalat menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah lainnya. Selain termasuk rukun islam, yang berarti tiang agama, shalat juga termasuk Ibadah yang pertama diwajibkan Allah kepada Nabi Muhammad ketika isra’ Mi’raj. Disamping itu, Shalat memiliki tujuan yang tidak terhingga. Tujuan Hakiki dari Shalat, sebagaimana dikatakan Al-jaziri, adalah tanda hati dalam rangka mengagungkan Allah sebagai pencipta. Disamping itu Shalat juga merupakan bukti takwa Manusia kepada Khaliknya.
 Dalam salah satu ayat-Nya menyatakan bahwa Shalat bertujuan menjauhkan orang dari keji dan munkar. Banyak hadits yang menyatakan tentang Hakikat shalat, misalnya: ”Sesungguhnya shalat itu adalah tiang Agama. Barangsiapa menegakkannya, berarti Dia menegakkan Agama, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti dia merobohkannya”. Akan tetapi,hakikat shalat bukan hanya tindakan dan ucapan tertentu, tetapi juga harus disertai dengan kesadaran hati. 

B. Rumusan masalah 
1. Apa saja syarat, rukun, sunnah, dan hal-hal yang dapat membatalkan shalat?
 2. Apa saja macam-macam shalat wjib dan shalat sunnah?
 3. Apa hikmah disyariatkannya shalat 

C. Tujuan pembahasan
 Menjelaskan tentang syarat, rukun,sunnah, dan ha-hal yang membatalkan shalat dan hikmah disyariatkannya shalat . 

BAB II
 PEMBAHASAN

 II.1. Syarat, Rukun, Sunnah dan Hal-hal yang Dapat Membatalkan Shalat 
1. Syarat Sah shalat : 
a.) Suci dari hadas besar dan hadas kecil 
b.) Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis 
c.) Menutup aurat
 d.) Mengetahui masuknya waktu shalat 
e.) Menghadap ke kiblat 

2. Rukun Shalat : 
a.) Niat 
b.) Berdiri bagi yang mamapu 
c.) Takbiratul ihram 
d.) Membaca surat Fatihah 
e.) Ruku serta tuma’ninah 
f.) I’tidal serta tuma’ninah 
g.) Sujud dua kali dengan tuma’ninah 
h.) Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah 
i.) Tasyahud akhir 
j.) Membaca tasyahud akhir 
k.) Membaca shalawat atas Nabi Muhammad 
l.) Memberi salam yang pertama (kanan) 
m.) Menertibkan shalat 

3. Sunnah Shalat : 
a.) Membaca do’a iftitah 
b.) Membaca isti’dzah 
c.) Mengucapkan amin 
d.) Membaca surat setelah surat al-fatihah 
e.) Membaca tasbih saat sujud dan ruku’ 
f.) Menambah do’a 

4. Hal-hal yang dapat membatalkan shalat : 
1) Meninggalkan salah satu rukun 
2) Meninggalkan salah satu syarat 
3) Sengaja berbicara 
4) Banyak bergerak 
5) Makan dan minum 
6) kentut/buang angin dari dubur

II.2. Shalat wajib dan shalat sunnah 
1. Macam-macam shalat wajib : 
1.) Shalat subuh 
2.) Shalat dhuhur 
3.) Shlat ashar 
4.) Shalat maghrib 
5.) Shalat isya’ 

2. Macam-macam shalat sunnah : 
1.) Shalat dhuha 
2.) Shalat tahajjud 
3.) Shalat istikhoro 
4.) Shalat istisqo 
5.) Shalat qobliyah dan ba’diyah 
6.) Shalat witir 
7.) Shalat tarawih 

11.3. Hikmah Disyariatkannya Shalat: 
Sebagian hikmah disyariatkannya shalat adalah bahwa shalat itu dapat membersihkan jiwa, dapat menyucikannya, dan menjadikan seorang hamba layak bermunajat kepada Allah SWT di dunia dan di akhirat. Bahkan shalat juga dapat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:’’ Dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) kejidan mungkar ‘’ (Al-Ankabut:45). 
Shalat merupakan ibadah yang penting dan utama bagi umat Islam. Begitu pentingnya shalat sehingga untuk memberikan perintah shalat Allah berkenan memanggil sendiri Rasulullah SAW untuk menghadap-Nya secara langsung. Sedangkan untuk perintah-perintah Allah yang lain selalu disampaikan kepada Rasulullah melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena shalat merupakan ibadah yang terpenting bagi kehidupan umat, maka tentulah banyak mengandung hikmah baik ditinjau secara moral (rohani) maupun fisik (jasmani). Shalat merupakan benteng hidup kita agar jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan keji dan munkar.

 BAB III 
PENUTUPAN 

III.1. Kesimpulan
 Kata Shalat secara Etimologis, berarti do’a. Adapun shalat secara Terminologis, adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Shalat diwajibkan bagi orang dewasa dan berakal dalam lima kali sehari semalam. Mula-mula turunnya perintah wajib shalat itu adalah pada malam Isra, setahun sebelum tahun hijriyah. Selain shalat fardhu, ada juga yang di namakan dengan shalat sunnah yang diatur tersendiri, baik waktu maupun pelaksanaannya. Dikatakan orang, bahwa hikmah adanya ajaran shalat sunnah sehabis shalat fardhu itu adalah agar menjadi penyempurna shalat fardhu yang mungkin kurang tanpa di sengaja seperti kurang adabnya dan shalat sunnah sebelum shalat fardhu agar lebih konsentrasi dalam memasuki shalat fardhu itu dengan hati yang lapang mengerjakannya dan siap menghadapinya. 
 III.2. Saran
 Dalam pengumpulan materi pembahasan diatas tentunya kami banyak mengalami kesalahan, oleh karena itu hendaknya pembaca memberikan tanggapan dan tambahan terhadap makalah kami. Sebelum dan sesudahnya kami mintak maaf haturkan dan terimakasih. III.3. Daftar Pustaka Al-Jaziri, Abdurrahman. 1994. Fiqih Empat Madzhab. Jakarta: Darul Ulum Press. Asyqar, U. Sulaiman. 2006. Fiqih Niat. Jakarta: Gema Insani. Asyur, A. Isa. 1995. Fiqih Islam Praktis Bab: Ibadah. Solo: Pustaka Mantiq. Gymnastiar, Abdullah, dkk. 2002. Salat dalam Persfektif Sufi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Jauziyah I. Qayyim. 2003. Rahasia Dibalik Shalat. Jakarta: Pustaka Azam. Muhammad, A. Bakar. 1991. Terjemahan Subulussalam II. Surabaya: Al-Ikhlas. Rifa’i, Muhammad. 2001. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Semarang: PT. Karya Toha Putra. Sabiq, Sayyid. 1993. Fiqih Sunnah jilid 2. Bandung: Al-Ma’arif. Tafsir, Ahmad. 2001. Materi Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT. Remaja. Rosdakarya. Zuhdi, M. Masjfuk. 1993. Masail Fiqhiyyah. Jakarta: CV. Haji Masagung. http://sahabattmoeslim.blogspot.co.id/2016/05/doa-sholat-hajat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Makalah

Contoh makalah