KAIDAH EYD
MAKALAH
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen pengampu :
Aminatul ummah, S.Pd.I, M.Pd
Logo
Disusun oleh :
1. Ahmad Adibullah (12311193010)
2. Daimur rohmah (12311193009)
3. Eva muflikhah (12311193012)
4. Azka mu’tiali (12311193011)
SEMESTER 1
JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGAGUNG
AGUSTUS 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Alah SWT karena telah memberikan Kelancaran dan kemurahan-Nya kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “bahasa indonesia” dalam bentuk makalah, sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad, SAW.
Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari bahwa sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas, maka makalah yang berjudul “Kaidah YD” ini, masih jauh dari kata sempurna. Untuk iti kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kami maupun pembaca Amin.Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Tulungagung, 23 agustus 2019
penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL iKATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian EYD
B. Ragam EYD
C. Kaidah EYD
BAB II : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR RUJUKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar BelakangEYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf Kapital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
Peran EYD yakni sebagai pedoman umum bagi para pengguna Bahasa Indonesia. Siapa pun, kapan pun, dimana pun menggunakan EYD secara benar dan baik, maka harus mengacu pada EYD yang sesuai dengan Undang-Undang dan Pancasila. EYD pun memiliki pengecualian, biasanya pada penulisan judul. EYD yang digunakan saat ini adalah EYD yang telah disepakati oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Bruneidarussalam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian EYD?
2. Bagaimana Ragam dan macam EYD?
3. Bagaimana Kaidah EYD?
B. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengertian EYD
2. Untuk mengetahui ragam dan macam EYD
3. Untuk mengetahui kaidah EYD
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN EYDEYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiyah perlu adanya aturan tata bahasa yang menempurnakan sebuah karya tulis. karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
B. RAGAM EYD
Penggunaan bahasa Indonesia saat inidalam kondisi yang memprihatinkan. Ruang public yang seharusnya merupakan ruang yang menunjukkan identitas keindonesiaan melalui penggunaan bahasa Indonesia ternyata sudah banyak disesaki oleh bahasa asing. Berbagai papan nama sebagian besar tertulis tidak sesuai dengan kaidah EYD, lebih mirisnya lagi mereka menggunakan bahasa asing untuk menulis papan nama tersebut.
Pada pembahasan kali ini, kita menjelaskan mengenai macam-macam cara penulisan yang baik sesuai dengan kaidah EYD. Meskipunbanyak diantara kita yang sudah mengetahui macam – macam EYD, namun pada prakteknya kita sering mengalami kesusahan untuk menulis sesuai dengan tata cara penulisan yang baik.
Berikut pemaparan dari macam – macam EYD :
1. Macam – macam huruf
a. Huruf Abjad
b. Huruf Vokal
c. Huruf Konsonan
d. Huruf Diftong
e. Gabungan Huruf Konsonan
f. Pemenggalan Kata
2. Pemakaian huruf kapitaldan huruf miring
3. Penulisan kata
a. Kata Dasar
b. Kata Turunan
c. Kata Ulang
d. Gabungan Kata
e. Kata Depan
f. Kata Si dan Sang
g. Partikel
h. Singkatan dan Akronim
i. AngkadanLambang
4. Penulisan unsur serapan
5. Pemakaian tanda baca
a. TandaTitik (.)
b. TandaKoma (,)
c. TandaTitikKoma (;)
d. TandaDuaTitik (:)
e. TandaHubung (-)
f. TandaPisah (−)
g. TandaElipsis (…)
h. Tanda Tanya (?)
i. TandaSeru (!)
j. TandaKurung ((…))
k. TandaKurangSiku ([…])
l. TandaPetik (“…”)
m. TandaPetik Tunggal (‘…’)
n. TandaGaris Miring (/)
o. TandaPenyingkatatauApostrof
Pembahasan terkait cara penggunaan dan kaidah – kaidahnya, kami menuliskan pada sub bab berikutnya.
C. KAIDAH EYD
1. Penulisan kata dasar
2. Penulisan kata turunan
a. Awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata.
b. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata dan sekaligus mendapatkan awalan dan akhiran maka kata-kata itu ditulis serangkai.
c. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya digunakan dalam kombinasai, maka gabungan kata tersebut ditulis serangkai.
3. Penulisan kata ulang
a. Bentuk ulang ditulis secara lengkap gengan menggunakan tanda hubung (_)
4. Penulisan gabungan kata
a. Gabungan kata yang merupakan kata majemuk termasuk juga istilah khusus, bagian-bagiannya umumnya ditulis secara terpisah. Contoh : orang tua
b. Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata ditulis serangkai. Contoh : peribahasa
5. Penulisan kata depan
a. Kata depan “di, ke, dari” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
b. Jika kata “ di, ke, dan, daripada “ dimaksudkan untuk menunjuk tempat, maka penulisannya dipisah “sepasi”
6. Penulisan partikel
a. Partikel lah,kah dan tah ditulis seringkali dengan kata yang mendahuluinya contoh : apakah
b. Partikel pun ditulis secara terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh : apa pun
c. Partikel per yang berarti “mulai, demi, tiap “ ditulis terpisah dari bagian-bagian kalimat yang mendapinginya
7. Singkatan dan akronim
a. Singkatan nama orang gelar atau sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik. Contoh : S. Ag
b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi. Serta nama dokumnentasi resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diketik dengan tanda titik. Contoh : IAIN
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh : dll (dan lain-lain)
d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Contoh :kg
8. Angka dan Lambang
a. Angkadipakaiuntukmenyatakanlambangbilanganataunomor. Di dalamtulisanlazimdigunakanangka Arab atauangkaRomawi.
AngkaArab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
AngkaRomawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5.000), M (1.000.000)
b) Angkadigunakanuntukmenyatakan (i) ukuranpanjagng, berat, luas, danisi, (ii) satuanwaktu, (iii) nilaiuang, dan (iv) kuantitas.
c) Angkalazimdipakaiuntukmelambangkanomorjalan, rumah, apartemen, ataukamarpadaalamat.
d) Angkadigunakanjugauntukmenomoribagiankarangandanayatkitabsuci.
e) Penulisanlambangbilangandenganhurufdilakukansebagaiberikut.
a. Bilanganutuh
b. Bilanganpecahan
f) Penulisanlambangbilangantingkatdapatdilakukandengancaraberikut.
g) Penulisanlambangbilangan yang mendapatakhiran -an mengikuticara yang berikut. (Lihatjugaketerangantentangtandahubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.)
h) Lambangbilangan yang dapatdinyatakandengansatuataudua kata ditulisdenganhuruf, kecualijikabeberapalambangbilangandipakaisecaraberurutan, sepertidalamperinciandanpemaparan.
i) Lambangbilanganpadaawalkalimatditulisdenganhuruf. Jikaperlu, susunankalimatdiubahsehinggabilangan yang tidakdapatdinyatakandengansatuataudua kata tidakterdapatpadaawalkalimat
j) Angka yang menunjukkanbilanganutuhsecarabesardapatdieja
k) Bilangantidakperluditulisdenganangkadanhurufsekaligusdalamteks, kecuali did lam dokumenresmisepertiaktadankuitansi.
8. Akronim
a. Akronim nama dari yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata, ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Misal :ABRI
b. Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Misal : Akabri (Akadmi Angkatan Brsnjata Indonsia)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan1. Pengertian EYD adalah diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan, dan kegunaan EYD untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
2. Ragam EYD
a. Macam – macam huruf
b. Pemakaian huruf kapitaldan huruf miring
c. Penulisan kata
d. Penulisan unsur serapan
e. Pemakaian tanda baca
3. Kaidah EYD
a. Penulisan kata dasar
b. Penulisan kata turunan
c. Penulisan kata ulang
d. Penulisan gabungan kata
e. Penulisan kata depan
f. Penulisan partikel
g. Singkatan dan akronim
h. Akronim
a.
x

Tidak ada komentar:
Posting Komentar