Selasa, 17 November 2020
strategi takwah
Bertolak dari pemikiran yang ada, strategi pengembangan masyarakat yang dipilih berorientasi pada ketentuanketentuan sebagai berikut:
1. Dimulai dengan mencari kebutuhan masyarakat, bukan saja kebutuhan yang secara objektif memang memerlukan
pemenuhan, tetapi juga kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat setempat perlu mendapat perhatian;
2. Bersifat terpadu dengan pengertian bahwa berbagai aspek kebutuhan masyarakat di atas dapat dijangkau oleh
program, dapat melibatkan berbagai unsur yang ada dalam masyarakat dan penyelenggaraan program itu sendiri
merupakan rangkaian yang tidak terpisah;
3. Pendekatan partisipasi dari bawah, dimaksudkan bahwa ide yang ditawarkan mendapat kesepakatan masyarakat
atau merupakan ide masyarakat itu sendiri;
4. Melalui proses sistematika pemecahan masalah, artinya program yang dilaksanakan oleh masyarakat sejauh
mungkin diproses menurut aturan/langkah-langkah pemecahan masalah. Dengan demikian, masyarakat dididik
untuk bekerja secara berencana, efisien dan mempunyai tujuan yang jelas;
5. Menggunakan teknologi yang sesuai dengan tepat guna, maksudnya teknologi dalam perangkat lunak maupun
perangkat keras yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terjangkau oleh pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki sekaligus dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, dapat meningkatkan
produktivitas dan tidak mcngakibatkan pengangguran;
6. Program dilaksanakan melalui tenaga lapangan yang bertindak sebagai motivator. Fungsi tenaga lapangan ini
dilakukan oleh para da’i, khususnya tcnaga dari organisasi/Iembaga masyarakat yang berpartisipasi;
7. Azas swadaya dan kerjasama masyarakat, maksudnya bahwa pelaksanaan program harus berangkat dari
kemampuan diri sendiri dan merupakan kerjasama dari potensi-potensi yang ada. Dengan demikian, setiap bantuan
dari pihak luar hanya dianggap sebagai pelengkap dari kemampuan dan potensi yang sudah ada.11
Langganan:
Komentar (Atom)