Rabu, 12 Oktober 2022

Jurnal Haji pada Masyarakat Pedesaan

 

Abstrak

menunaikan ibadah haji dan umrah adalah dambaan bagi masyarakat islam kususnya bagi masyarakat pedesaan yang notabenya jauh dari keadaan mampu. keunikan yang terjadi pada fenomena ini adalah tingginya statistik masyarakat pedesaan menunaikan ibadah haji dan umroh.secara rasional masyarakat pedesaan masih tertinggal dari masyarakat perkotaan baik tingkat perekonomian, strata pendidikan, dan geografis. penelitian ini menggunaka metode library research untuk mengkaji pustaka terkait dengan rasionalisasi haji dan umroh pada masyarakat pedesaan, penelitian ini dilakukan terhadap hasil-hasil penelitian, buku-buku pustaka, dokumen-dokumen maupun informasi-informasi yang terdapat dalam internet. data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan memperhatikan tujuan peneliti. hasil penelitian menunjukkan bahwa cara haji dan umroh pada masyarakat pedesaan dapat dilihat dari berbagai aspek, yang pertama dari aspek agama, sosial dan ekonomi. dampak haji dan umroh masyarakat pedesaan bagi lingkungannya sangat kuat, rasionalisasi  bahwa masyarakat pedesaan memliki minat dalam menunaikan haji dan umrohnya sangat tinggi, terlebih dari minat yang tinggi, masyarakat pedesaan berkesadaran lebih dalam mewujudkan rukun haji yang kelima.

Kata Kunci: Rasionalisasi, Haji dan umroh, masyarakat pedesaan

 

A.       Pendahluan

Ibadah haji merupakan salah satu Rukun Islam kelima bagi umat Islam, bahkan menjadi salah satu surah dalam Al-Qur’an (Sulaiman, 2007). Ibadah ini dilakukan dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan yang telah ditetapkan dibeberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu tepatnya pada musim Haji (Bulan Dzulhijjah).

Secara individual calon jamaah haji adalah seorang muslim yang memiliki niat menunaikan ibadah haji dan mempunyai kemampuan secara fisik untuk menjalani ritual peribadatan dan menyediakan pembiayaan perjalanannya. Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban dan harus dilakukan oleh setiap muslim yang mampu (istitha’ah) mengerjakan sekali seumur hidup. Kemampuan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan ibadah haji dapat digolongkan dalam dua pengertian, yaitu:

Pertama, kemampuan personal (internal), harus dipenuhi oleh masing- masing individu mencakup antara lain kesehatan jasmani dan rohani, kemampuan ekonomi yang cukup baik bagi dirinya maupun keluarga yang ditinggalkan dan didukung oleh pengetahuan agama, khususnya tentang manasik haji.

Kedua, kemampuan umum (eksternal), harus dipenuhi oleh lingkungan negara dan pemerintah mencakup antara lain peraturan perundang-undangan yang berlaku, keamanan dalam perjalanan, fasilitas, transportasi.[1]

Selain kewajiban untuk istitha’ah, bagi orang yang sudah menunaikan ibadah haji juga harus memiliki kesadaran sosial karena manusia selain sebagai pribadi juga sebagai makhluk sosial. Seseorang secara pribadi tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, melainkan memerlukan jasa orang lain. Seorang kaya memerlukan si miskin, begitu pula sebaliknya. Hal ini sangat penting karena tidak layak memikirkan kepentingan diri sendiri akan tetapi harus ada peran timbal balik antara pribadi dan masyarakat. Dalam hal ini Islam mengajarkan keserasian antara kehidupan pribadi dan kehidupan sosial.

Di sini terlihat bahwa untuk mempertahankan kesucian diri setelah berhaji melalui peningkatan tauhid, ibadah ritual, dan penanaman sifat-sifat luhur. Melalui ini memungkinkan kesadaran dari individu untuk menjalankan tugas- tugas sosial yang lebih besar yakni tugas melaksanakan amal shaleh.[2]

 

Menunaikan ibadah haji merupakan dambaan bagi setiap umat Islam diseluruh dunia, tidak terkecuali umat Islam di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia berdasarkan populasi dengan jumlah umat Islam di Indonesia 199.959.285 jiwa atau 85,2% dari jumlah penduduk Indonesia.

Baca lebih lanjut dan unduh Pdfnya disini:

Haji pada Masyarakat Pedesaan

Jurnal Strategi Pemasaran Haji dan Umroh

 Strategi Pemasaran Biro Perjalanan Haji dan Umroh

dalam Meningkatkan Minat Calon Jemaah

Mega Utami Maharani1


, Dewi Sadiah2


, Abdul Mujib3


, Hilma Mulqiyah4

12Prodi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati,


Bandung


34Prodi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung


Djati, Bandung

*Email : megautami.maharani@gmail.com

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran dan bagaimana cara

mengimplementasikan strategi pemasaran yang dilakukan Ghinasepti Tour and

Travel dalam menarik minat calon jemaah. Metode yang dilakukan menggunakan

metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini

menunjukkan bahwa Pertama, Perumusan strategi pemasaran yang meliputi visi

misi, analisis lingkungan internal maupun eksternal menggunakan analisis SWOT,

serta penentuan strategi pemasaran berdasarkan dari bauran pemasaran

(marketing mix). Kedua, Implementasi strategi pemasaran yang berdasarkan

strategi komunikasi pemasaran. Ketiga, Evaluasi strategi pemasaran yang

dilakukan Ghinasepti ini dengan dua teknis: a. Dengan melakukan evaluasi

mengenai teknis pelaksanaan kegiatan dalam menyebarkan informasi melalui

media komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, b. Dengan mengevaluasi

terhadap sumber informasi yang diperoleh calon jemaah.

Kata Kunci : Strategi, Pemasaran, Jemaah

ABSTRACT


This study aims to determine the marketing strategy and how to implement the marketing

strategy carried out by Ghinasepti Tour and Travel in attracting the interest of prospective

pilgrims. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The results of this

study indicate that first, the formulation of a marketing strategy which includes the vision and

mission, analysis of the internal and external environment using SWOT analysis, and the

determination of marketing strategies based on the marketing mix. Second, the implementation

of a marketing strategy based on a marketing communication strategy. Third, the evaluation of

the marketing strategy carried out by Ghinasepti uses two techniques: a. By evaluating the


M.U.Maharani, D.Sadiah,A.Mujib,H Mulqiyah


86 MABRUR: Academic Journal of Hajj and Umra Vol. 1 No. 6 (2022) 85-106

technical implementation of activities in disseminating information through marketing

communication media that have been carried out, b. By evaluating the sources of information

obtained by prospective pilgrims.

Keywords: Strategy, Marketing, Congregation


Baca lebih lanjut atau Unduh :

Strategi Pemasaran Haji dan Umroh

Contoh Makalah

Contoh makalah